Kilau cahaya terpantul dari aspal basah
Bau segar tanah basahpun masih tercium
Genangan air di tepi jalan mencerminkan tiap sisi jalan ini
Aku mencoba bercermin pada genangan air itu
Yang tampak adalah kilasan waktu silam
Saat 20 orang bertemu,tampak wajah-wajah asing yg kian lama sudah melekat hingga keseluruh persendian
Setiap jengkal keadaan terlalui hingga hanya kita bertiga yg harus memperjuangkan semua
Dimulai dengan tingkah iseng,perhatian,hingga derai air mata
Kalian adalah aku dan aku adalah kalian,perihmu pun menjadi perihku
Kau mengajarkanku utk menerima smua keadaan,membesarkan hatiku ketika ku rapuh,membuka pintu rmhmu setiap saat dan membiarkanku merasakan menjadi bagian dari keluargamu yg utuh
Hingga kini kau merasakan lagi perjuangan itu,sabar ya…karena smua pasti akan terlalui dengan mudah
Tiba-tiba genangan air beriak,menyadarkanku dari lamunan
Langit memang mendung,tapi masih banyak cahaya yang menerangi kota ini,begitu juga denganmu cahaya itu akan selalu menerangi langkahmu
Serahkan semua padaNya,pasrahkan jalanmu dijalanNya
Roda akan terus berputar kawan,musim akan berganti,bunga-bungapun akan bermekaran setelah musim gugur
Tersenyumlah kawan,senyummu akan menjadi senyum kita :)
*untuk sahabat2ku yang dibesarkan oleh situasi dan kondisi
![]() |
| kiri - kanan: Erna, Amel, Tania |
![]() |
| kiri - kanan: Dita "nyit2" dan Tania |
Taken from my another blog: http://rieztania.tumlr.com


No comments:
Post a Comment