Wednesday, March 6, 2013

Senja Setelah Hujan

Kilau cahaya terpantul dari aspal basah
Bau segar tanah basahpun masih tercium
Genangan air di tepi jalan mencerminkan tiap sisi jalan ini
Aku mencoba bercermin pada genangan air itu
Yang tampak adalah kilasan waktu silam
Saat 20 orang bertemu,tampak wajah-wajah asing yg kian lama sudah melekat hingga keseluruh persendian
Setiap jengkal keadaan terlalui hingga hanya kita bertiga yg harus memperjuangkan semua

Dimulai dengan tingkah iseng,perhatian,hingga derai air mata
Kalian adalah aku dan aku adalah kalian,perihmu pun menjadi perihku
Kau mengajarkanku utk menerima smua keadaan,membesarkan hatiku ketika ku rapuh,membuka pintu rmhmu setiap saat dan membiarkanku merasakan menjadi bagian dari keluargamu yg utuh

Kemudian sakit menusuk-nusuk ketika perbedaan waktu memisahkan kita bertiga,satu diantara kita mesti berjuang sendiri dalam menghadapi cobaanNya padahal hanya berbeda satu jam tapi ku merasa seabad,tak bisa memelukmu dan meminjamkan pundakku untukmu
Hingga kini kau merasakan lagi perjuangan itu,sabar ya…karena smua pasti akan terlalui dengan mudah

Tiba-tiba genangan air beriak,menyadarkanku dari lamunan
Langit memang mendung,tapi masih banyak cahaya yang menerangi kota ini,begitu juga denganmu cahaya itu akan selalu menerangi langkahmu
Serahkan semua padaNya,pasrahkan jalanmu dijalanNya
Roda akan terus berputar kawan,musim akan berganti,bunga-bungapun akan bermekaran setelah musim gugur
Tersenyumlah kawan,senyummu akan menjadi senyum kita :)
*untuk sahabat2ku yang dibesarkan oleh situasi dan kondisi


kiri - kanan: Erna, Amel, Tania
kiri - kanan: Dita "nyit2" dan Tania

Taken from my another blog: http://rieztania.tumlr.com

No comments:

Post a Comment