Friday, March 8, 2013

Pelecehan Seksual, Be Aware For You Kids and Teens

Beberapa kali nonton berita di TV tentang tindak pelecehan seksual baik itu terhadap anak kecil juga remaja. Miris banget dengernya...karena para pelaku adalah orang terdekatnya, baik itu ayah, kakak, maupun seorang guru. Siapa yang nyangka sich orang-orang sedekat itu dengan kita bisa melakukan hal tidak terpuji. Bahkan kejadian tersebut dilakukan didalam rumahnya sendiri...Astagfirullah...
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRX-5XAJRD42n6Ehfysn68_0PZPZAL0yCBpczGs1oIAFOIgk-C_












Bahkan ada satu cerita kisah nyata, ini terjadi sama temennya suami saya. Seorang perempuan yang saat kejadian tersebut ia masih duduk dibangku kelas 5 Sekolah Dasar. Tindak pelecehan seksual tersebut dilakukan oleh sepupunya yang juga masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 6. Sepupunya tersebut memang tinggal dirumahnya. Dan pada saat kejadian, si perempuan tidak tahu apa itu pelecehan seksual, tidak mengerti apa yang telah dilakukan oleh sang sepupu. Mungkin karena dia masih kecil. Kejadian tersebut berulang hingga dua kali karena setelah itu sepupunya pindah rumah untuk meneruskan jenjang pendidikan SMP. Bisa dibayangkan apa yang terjadi setelah itu?perempuan ini menjadi terngiang-ngiang oleh kejadian tersebut, terus hingga ia SMA dan kuliah. Ia sering merasa ingin melakukan hal seperti itu lagi.

Itu salah satu contoh serta dampak yang dialami oleh korban. Mengutip dari berita http//teenvoice.co.id bahwa tindak kekerasan maupun pelecehan seksual dapat menimbulkan dampak bermacam-macam, salah satunya trauma. Trauma ini tidak boleh dibiarkan, karena jika trauma dibiarkan, bisa jadi akan membuat anak menjadi pribadi yang berbeda dengan seharusnya. Komisi Nasional Perlindungan Anak akan melakukan terapi yang akan dilakukan oleh psikolog kepada seorang siswa SMA yang mengalami pelecehan seksual. “Itu namanya terapi psiko sosial, ada psikolog nanti. (Kondisi MA sendiri seperti apa?) kondisinya baik, dia agak lebih cepat karena dia tadi bertanya apakah saya bisa sekolah walaupun nanti ada teman yang mencibir dan sebagainya. Artinya itu kesiapan, itu yang penting. Kalau kesiapannya bagus itu lebih cepat," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

So be aware for you kids and teens...
Kita bisa kok terhindar dari hal-hal tersebut, caranya:
1. Bagi Orang Tua, mencoba untuk lebih dekat dengan anak. Dengarkan setiap keluh kesahnya dan perasaan lainnya yang dialami oleh anak.
2. Bagi Orang Tua,berikan pendidikan sedari dini mengenai seks. Untuk anak, tanya saja yang ingin diketahui mengenai pendidikan seks kepada orang tua. Itu memang hal yang tabu untuk masyarakat kita tapi hal itu menjadi penting. Ada pembahasan mengenai pendidikan seks pada anak oleh psikolog Ibu Elly Risman (cekidot diwebsitenya http//kitadanbuahhati.com)
3. Pendidikan Agama itu penting. Sedari dini, anak harus diajarkan pendidikan agama.
4. Komunikasi yang baik didalam keluarga. Ceritakanlah apa yang kamu rasa dan alami kepada orang tua ataupun anggota keluarga lainnya
5. Selalu berpikir dan melakukan hal-hal positif.

Semangat...kalian adalah generasi penerus bangsa ini ^_^

No comments:

Post a Comment